Nilai Tukar Rupiah Melesat di Awal Pekan
Jakarta : Nilai tukar rupiah mengawali pekan ini dengan catatan positif, menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan. Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,39 persen (59 poin) menjadi Rp.16.761 per dolar AS pada Senin 26 Januari 2026 pukul 09.29 WIB.
Pada penutupan akhir pekan kemarin, rupiah juga menguat ke posisi Rp16.820. "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS," kata analis pasar uang, Lukman Leong, Senin (26/1/2026).
Menurut dia, penguatan rupiah disebabkan mata uang dolar AS yang kembali mengalami sell off. Ini merupakan aksi jual besar-besaran yang menyebabkan penurunan nilai mata uang.
Sell off terjadi setelah rilis data ekonomi AS yang lebih lemah pada Jumat 23 Januari 2026. Di sisi lain, komitmen Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah juga masih memberikan sentimen positif.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp16.750-Rp16.900 per dolar AS. Sementara dolar AS diperkirakan berada pada posisi 97,16 atau turun 0,44 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mencermati bagaimana BI menjaga stabilitas rupiah. Menurut dia, bank sentral tetap mempertahankan bias akomodatif untuk mendukung program pemerintah.
"Namun ruang pelonggaran harus dijalankan hati hati agar tidak menambah tekanan pada rupiah," ujarnya. Sehingga stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi fokus utama.
Rully menambahkan secara umum prospek ekonomi Indonesia pada 2026 berpotensi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. "Hal ini bisa memberikan sentimen positif pada nilai tukar rupiah," ucapnya.(*)
