Presiden Prabowo Tegur Direksi BUMN Rugi Masih Minta Tantiem
Balikpapan: Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami kerugian namun masih meminta tantiem. Presiden menilai kondisi tersebut tidak pantas dan meminta pembenahan menyeluruh terhadap manajemen BUMN.
“Banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Dablek menurut saya,” kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2025.
Presiden menegaskan kebutuhan membersihkan BUMN dan mengelolanya secara profesional. Ia memberi tugas kepada jajaran terkait untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
“Kalau tidak mau, kalau tidak sanggup, mengabdi, dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja, segera minta berhenti. Banyak yang siap gantikan,” lanjut Presiden.
Menurut Presiden, banyak sumber daya manusia yang siap menggantikan posisi direksi yang dinilai tidak mampu menjalankan amanah. Presiden menekankan pentingnya kemauan kuat untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.
“Selama ini banyak di posisi management, di posisi kritis, membohongi atasan, menipu atasan, menipu Presiden untuk mencari keuntungan pribadi,” ucap Presiden Prabowo.
Presiden mengingatkan praktik semacam itu harus dihentikan. Pengelolaan BUMN diminta menjaga kekayaan negara demi memperkuat bangsa, menghilangkan kemiskinan, serta mengatasi kelaparan.
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tersebut saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2025.(*)
