Rupiah Kian Perkasa di Posisi Rp16.782 per Dolar AS
Jakarta : Nilai tukar masih melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,23 persen atau 38 poin menjadi Rp16.782 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen positif pasar ikut mendorong penguatan rupiah hari ini. "Pasar mendukung komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif," ujarnya, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, BI melakukan intervensi pasar dalam jumlah besar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Intervensi dilakukan di pasar luar negeri (offshore) melalui Non-Delivery Forward (NDF).
"Intervensi juga dilakukan di pasar dalam negeri melalui Domestic Non-Delivery Forward (DNDF) dan pasar spot," ucap Ibrahim. BI meyakini rupiah ke depan akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat.
Keyakinan itu didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi. Selain itu, jumlah cadangan devisa lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.
"Pasar juga merespon positif terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai deputi gubernur BI setelah uji kelayakan di DPR," ucap Ibrahim. Thomas akan menggantikan Juda Agung, deputi gubernur BI yang mengundurkan diri.
Dari sisi eksternal, Ibrahim masih mencermati tensi geopolitik yang mempengaruhi pergerakan dolar AS dan berimbas ke rupiah. Selain itu, Presiden Trump juga memicu kembali ketegangan perang dagang, kali ini Kanada yang menjadi sasaran.
"Trump berjanji untuk mengenakan tarif 100 persen pada barang-barang Kanada jika melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. Trump menyebut Kanada dapat digunakan sebagai "pelabuhan transit" untuk barang-barang Tiongkok yang masuk ke AS.
Sementara itu, sikap pelaku pasar juga diwarnai ekspektasi seputar kebijakan moneter AS. Pasar secara luas mengantisipasi The Fed akan mempertahankan suku bunga.
Presiden Donald Trump juga mengatakan mengatakan ia telah menyelesaikan wawancara calon Ketua Federal Reserve (Fed) berikutnya. Ia mengonfirmasi telah membuat pilihannya, dan pengumuman resmi kemungkinan dilakukan sebelum akhir Januari.(*)
