IHSG Ditutup Naik, Ditopang Penguatan Bursa Asia
Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,22 persen atau 96,61 poin ke level 8.031,87 dalam penutupan perdagangan hari ini. Kenaikan didorong oleh sentimen positif menguatnya mayoritas indeks bursa saham di kawasan Asia.
“Selain penguatan indeks bursa Asia, kenaikan IHSG juga ditopang oleh berlanjutnya penguatan harga emas, perak dan tembaga. Termasuk penguatan nilai tukar rupiah dan nilai tukar mayoritas mata uang di Asia terhadap dolar AS,” kata Tim Phintraco Sekuritas dalam analisisnya, Senin, 9 Februari 2026.
Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Indonesia pada bulan Januari 2026 meningkat ke level 127. Sebelumnya, pada Desember 2025, IKK berada di level 123,5.
“IKK Januari 2026, merupakan level tertinggi sejak Januari 2025. Kenaikannya didorong oleh peningkatan dalam hampir enam sub indeks utama,” ujar Tim Phintraco.
Penjualan sepeda motor, misalnya, pada bulan Januari mencapai 577.763 unit atau tumbuh 3,1 persen secara tahunan. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Pelaku pasar, tambah Tim Phintraco, juga akan mencermati data penjualan eceran pada Desember 2025. Perkiraannya akan melambat menjadi 5,5 persen dari 6,3 persen di bulan November 2025.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini sebanyak 433 saham harganya naik dan 252 saham harganya turun. Saham sektor bahan baku naik paling tinggi 4,41 persen, sedangkan saham sektor kesehatan turun paling dalam -0,23 persen.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 40,69 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 2,27 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp17,87 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp14.567 triliun.
Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, juga mulai melakukan langkah-langkah reformasi pasar modal Indonesia. “BEI dijadwalkan akan kembali melakukan pertemuan teknis dengan MSI pada Rabu, 11 Februari 2026,” ucap Phintraco.
BEI dan Self Regulatory Organization (SRO), akan mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI. Inisiatif itu terdapat dalam 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan selesai pada April mendatang.(*)


