Menpar Perkuat Kerja Sama Global untuk Kejar Target Wisman 2026
Cebu; Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan global guna mendorong pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Langkah ini dilakukan di sela rangkaian ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 di Cebu, Filipina.
Dalam forum tersebut, Menteri Widiyanti bertemu dengan Chief Commercial Officer Agoda Damien Pfirsch.
Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama strategis untuk mendukung prioritas pengembangan pariwisata Indonesia pada 2026, khususnya dalam transformasi digital dan pertumbuhan berkelanjutan.
“Mengenai pemasaran strategis dan visibilitas global, kami mengapresiasi implementasi kampanye pemasaran bersama serta integrasi destinasi Indonesia ke dalam ekosistem global Agoda. Inisiatif ini telah meningkatkan paparan destinasi dan konversi pemesanan, sekaligus mendukung target wisatawan mancanegara berkualitas dan kunjungan ulang,” kata Widiyant, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia juga mengapresiasi komitmen Agoda dalam mendorong pariwisata berkelanjutan melalui program Eco Deals yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional.
“Upaya ini selaras dengan pergeseran kebijakan Indonesia menuju pariwisata berkelanjutan yang berorientasi pada kualitas,” ujar Widiyanti.
Selain pemasaran dan keberlanjutan, Widiyanti menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pariwisata.
Kolaborasi dengan Agoda diharapkan terus diperluas melalui Agoda Academy dan berbagai program pelatihan di Politeknik Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata.
“Kami percaya kemitraan dengan Agoda merupakan contoh kolaborasi strategis sektor publik dan swasta yang memberikan dampak nyata bagi ekosistem pariwisata nasional,” kata Widiyanti.
Di kesempatan yang sama, Widiyanti juga bertemu dengan perwakilan United States–ASEAN Business Council (US-ABC).
Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan pentingnya perencanaan strategis, kolaborasi dengan sektor swasta, serta kesinambungan dialog untuk mencapai target pembangunan pariwisata nasional secara berkelanjutan.
Ia juga menyoroti tantangan lingkungan dan logistik, terutama dalam pengembangan potensi wisata pesiar di Indonesia.
Pemerintah Indonesia menargetkan kedatangan 16 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara pada 2026.
Untuk mencapai target tersebut, penguatan kemitraan dengan pelaku industri global seperti Visa, Marriott, Expedia, Airbnb, dan Royal Caribbean Group dinilai krusial.
“Kolaborasi ini penting untuk mendorong pertumbuhan pariwisata berkualitas, meningkatkan konektivitas dan infrastruktur, serta menyederhanakan proses melalui pemanfaatan data dan teknologi digital, sejalan dengan agenda transformasi pariwisata nasional,” tutur Widiyanti.(*)
