Menyambut Ramadan, Tips Makan Sahur yang Sehat Agar Kuat Puasa Seharian
Jakarta : Menjelang bulan suci Ramadan, perhatian pada pola makan saat sahur sangat penting. Agar tubuh tetap kuat dan sehat menjalani ibadah puasa sepanjang hari.
Sahur bukan sekadar makan sebelum imsak. Tetapi momen penting untuk menyuplai energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama 12–15 jam tanpa asupan.
Dilansir dari kemkes.go.id, menu sahur dianjurkan mengandung nutrisi yang cukup. Mencakup makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein sehat, sayur, buah, dan cukup cairan air putih.
Karbohidrat kompleks bisa didapat dari nasi merah, oatmeal, atau roti gandum. Makanan tersebut dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga menimbulkan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Untuk protein, telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe sangat dianjurkan. Protein dari bahan tersebut akan diproses oleh tubuh menjadi cadangan energi, membantu menjaga stamina serta massa otot saat berpuasa.
Selain itu, sayuran dan buah-buahan kaya akan serat, vitamin, dan mineral untuk menjaga kerja pencernaan dan sistem imun tubuh.
Pastikan tubuh terhidrasi dengan cukup. Disarankan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 2–3 gelas saat sahur. Agar kebutuhan cairan tubuh selama puasa tercukupi dan mencegah dehidrasi.
Hindari sementara minuman berkafein seperti kopi atau teh. Sifatnya yang diuretik dapat mempercepat hilangnya cairan.
Selain itu, makanan yang terlalu asin, terlalu manis, berlemak, atau pedas di waktu sahur dapat membantu mencegah rasa haus lebih cepat. Bisa digantikan dengan buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, pepaya, atau timun untuk tambahan hidrasi alami.
Contoh menu sahur yang direkomendasikan termasuk nasi tim merah, sayur sup ayam, tumis brokoli, oatmeal dengan buah-buahan, atau smoothie. Menu-menu ini tidak hanya memberikan energi tahan lama tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara umum selama berpuasa.(*)


