Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Dedi Ajak Pedagang Wisata Bandung Sajikan Kopi Lokal, Kurangi Produk Saset

Karawang : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta para pedagang di kawasan wisata Ciwidey dan Pangalengan untuk mulai beralih dari penjualan kopi saset ke kopi tubruk lokal sebagai upaya memperkuat identitas daerah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung, Senin (27/4/2026).

Ia menilai kondisi saat ini cukup ironis. Kabupaten Bandung dikenal sebagai salah satu penghasil kopi arabika terbesar di Jawa Barat, namun produk kopi kemasan justru lebih banyak dijual di kawasan wisata dibandingkan hasil produksi lokal.

"Bandung itu penghasil kopi terbaik, tetapi orang yang meminum kopi khas Bandung belum benar-benar merasakannya. Maka di Ciwidey dan Pangalengan, terutama kios yang menjual kopi kemasan saset, seharusnya menjual kopi tumbuk khas hutan Bandung," ujar Dedi di Bandung, Selasa.

Menurut dia, peralihan ke kopi lokal tidak hanya soal cita rasa, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat ekonomi masyarakat serta menciptakan pengalaman khas bagi wisatawan.

Data dari Dinas Perkebunan Jawa Barat menunjukkan produksi kopi arabika di Kabupaten Bandung terus meningkat. Pada 2024, produksi mencapai 8.567 ton, naik signifikan dibandingkan 5.277 ton pada 2017.

Selain kopi, Dedi juga menyoroti potensi komoditas lain seperti teh dari kawasan Malabar, Ciwidey, dan Pangalengan yang dinilai dapat menjadi daya tarik utama wisata.

Ia menilai pengalaman kuliner autentik, seperti menikmati kopi tubruk dan teh lokal, dapat menciptakan kesan mendalam bagi pengunjung.

"Hal itu akan membangun daya ingat. Ketika berkunjung ke sana, rasa kopi berbeda, aroma teh berbeda. Itu yang harus bisa mengikat orang yang datang," katanya.

Sebelumnya, Dedi juga telah mengusulkan pembatasan penjualan kopi saset dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bandung sebagai bagian dari upaya melindungi produk perkebunan lokal dari dominasi produk industri.(*)

Hide Ads Show Ads