Gempa Flores Timur-Lembata Rusak Ratusan Rumah, 1.100 Warga Mengungsi
Flores Timur: Gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur dan Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan dampak kerusakan cukup luas. Ratusan rumah warga dilaporkan rusak, sementara sejumlah fasilitas pendidikan dan tempat ibadah juga terdampak.
Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Flores Timur pada Kamis, 9 April 2026, jumlah warga yang mengungsi terus bertambah. Lebih dari 670 warga Desa Terong dan 430 warga Desa Lamahala terpaksa mengungsi secara mandiri setelah gempa terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis hari ini.
Selain kerusakan rumah, aktivitas masyarakat di kedua desa tersebut turut terganggu. Tercatat dua musala dan satu masjid mengalami kerusakan. Sementara itu, tiga fasilitas pendidikan juga terdampak, yakni SDN Terong, SMA Muhammadiyah, dan Madrasah Negeri Waiwerang.
Data sementara mencatat sebanyak 134 unit rumah di Desa Terong dan 70 rumah di Desa Lamahala Jaya mengalami kerusakan. Kerusakan juga terjadi di desa lain, masing-masing enam unit rumah di Desa Dawataah serta satu unit rumah di Desa Karing Lamalouk.
Dari sisi korban, hingga saat ini terdapat 10 orang mengalami luka ringan yang seluruhnya berasal dari Desa Terong.
Gempa juga dirasakan hingga Desa Motonwutung di Kecamatan Solor Timur serta wilayah Kabupaten Lembata. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lembata, guncangan turut berdampak di Desa Babokerong dan menyebabkan tanggul laut yang sudah rapuh mengalami keruntuhan.(*)
