Lonjakan Kasus Campak, 2 Pasien Anak Meninggal di RSD Gunung Jati Cirebon
Cirebon: Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat, mencatat lonjakan kasus campak dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, dua pasien anak yang sempat dirawat dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi.
Peningkatan kasus terlihat dari banyaknya rujukan yang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sejak Januari hingga April 2026, tercatat sekitar 50 kasus suspek campak ditangani rumah sakit tersebut.
Direktur Utama RSD Gunung Jati, dr Katibi, mengatakan pihaknya telah menerapkan penanganan khusus untuk pasien campak dengan memisahkan dari pasien lainnya guna mencegah penularan.
“Kami siapkan tata laksana secara menyeluruh, baik sumber daya manusia maupun sarana untuk pasien campak. Kami lakukan sistem cohorting, di ruang rawat inap kami sediakan ruang isolasi di tiap gedung supaya penularan bisa diminimalkan,” ujar Katibi, Sabtu, 18 April 2026.
Di tengah lonjakan kasus, rumah sakit juga mencatat adanya kematian pada pasien anak dengan kondisi berat. Dokter spesialis anak RSD Gunung Jati, dr Suci Saptyuni Permadi, mengungkapkan dua pasien yang meninggal mengalami komplikasi serius.
“Kondisinya cepat memburuk, kemudian dirawat di ICU, namun tidak tertolong. Dua pasien yang meninggal juga ditemukan beberapa faktor pemberat, yakni satu dengan gizi buruk dan satu lagi dengan kelainan jantung bawaan,” ucapnya.
Ia menambahkan, kedua pasien tersebut juga tidak mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga memperparah kondisi saat terinfeksi.
Untuk mencegah penyebaran campak, pihak rumah sakit mengimbau masyarakat memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta dosis penguat saat usia sekolah dasar.
“Kalau anak sudah divaksin lengkap, biasanya gejalanya lebih ringan dan tidak sampai dirawat,” tuturnya.(*)
