Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Momen Langka 'Ada Owa Jawa', Gunung Sanggabuana Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Konservasi.

Karawang : Momen langka aktivitas Owa Jawa berhasil diabadikan dalam kegiatan Wildlife Photography Series – Vol. 1 bertajuk “Owa Jawa, Penjaga Sunyi Hutan” yang digelar Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karawang bersama komunitas fotografer dan pecinta alam.
Foto : Ada Penampakan Owa Jawa' di Sanggabuana Karawang

Kegiatan yang berlangsung pada awal April , Sabtu (4/4/2026) hal digelar di kawasan Gunung Sanggabuana, yang dikenal sebagai habitat penting berbagai satwa liar.

Dalam kegiatan tersebut, tim berhasil mendokumentasikan langsung aktivitas alami Owa Jawa di habitatnya, sebuah capaian penting mengingat satwa endemik ini tergolong langka dan sulit ditemui.

Kepala Disparpora Karawang, H. Abas Sudrajat melalui Kepala Bidang Destinasi Wisata, Lusi Asela, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan wisata minat khusus sekaligus meningkatkan kesadaran konservasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengangkat keberadaan Owa Jawa sebagai simbol penting ekosistem hutan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kelestariannya,” ujar Lusi, Rabu, (22/4/2026)

Ia menjelaskan, fokus utama kegiatan adalah pengamatan Owa Jawa yang populasinya diperkirakan tidak lebih dari 4.000 ekor dan kini berstatus terancam punah.

“Populasi Owa Jawa saat ini sangat terbatas dan terus menghadapi ancaman. Karena itu, habitat mereka harus dijaga agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara,” tegasnya.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai komunitas serta berkolaborasi dengan wildlife filmmaker Ezron Tarigan. Para peserta melakukan eksplorasi pada waktu terbaik untuk mengamati dan mendokumentasikan aktivitas satwa secara alami tanpa mengganggu habitatnya.

Lusi menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan pendekatan etis yang mengutamakan keselamatan satwa dan kelestarian lingkungan.

“Peserta kami arahkan untuk menjaga jarak, tidak mengganggu satwa, serta tetap menghormati habitat aslinya. Ini penting agar kegiatan fotografi tidak berdampak negatif terhadap lingkungan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga membawa nilai edukasi dan konservasi.

“Kami ingin wisata di Karawang tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian alam dan satwa liar,” tambahnya.

Disparpora Karawang berharap kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat citra Sanggabuana sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.

“Harapannya, semakin banyak pihak yang peduli dan ikut menjaga kelestarian hutan Sanggabuana sebagai rumah bagi kehidupan liar,” pungkas Lusi.(*)

Hide Ads Show Ads