Gubernur Jabar Tegas Menjawab Pemda/Pemkot Terkait Kurangnya Bantuan Keuangan dari Provinsi
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) angkat bicara merespons keluhan sejumlah pemerintah daerah yang mengalami pengurangan bantuan keuangan dari provinsi. (26/5/26).
KDM menegaskan, hal terpenting saat ini bukanlah besaran uang yang ditransfer, melainkan manfaat pembangunan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan daerah.
"Sekarang begini, kan yang penting manfaat yang dirasakan oleh daerah. Kalau pengurangan dana transfer, kan kita juga kurang Rp 3,6 triliun," ungkapnya.
Meski begitu, ia menjamin kebutuhan infrastruktur daerah, seperti perbaikan jalan di tingkat kabupaten dan kota, akan tetap dipenuhi. Saat ini, Pemprov Jabar lebih memprioritaskan agar perbaikan jalan langsung dieksekusi oleh provinsi.
KDM kembali menegaskan bahwa pola lama di mana provinsi membagi-bagikan uang tunai secara langsung ke daerah tidak akan dilakukan lagi. Pasalnya, jika anggaran hanya dibagikan secara tunai, provinsi akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatan pembangunan.
"Memang kita nggak ada bagi-bagi lagi uang ke daerah, karena yang dibaginya sudah nggak ada," pungkasnya.(*)
