Camat Hesti Benarkan Dugaan Limbah Medis di SDN Pasirjengkol IV Majalaya Karawang
Karawang : Dugaan penggunaan bahan urugan yang ternyata diduga mengandung limbah medis berbahaya atau limbah B3 di lokasi pengurugan untuk pembangunan ruang kelas baru SDN Pasirjengkol IV, Kecamatan Majalaya,Karawang.
![]() |
| Camat Majalaya Mengamini Temuan Dugaan Limbah Medis di SDN Pasirjengkol IV: Sudah Dikoordinasikan, Ditindak Sesuai Prosedur |
Hal ini dibenarkan secara resmi oleh Pemerintah Kecamatan Majalaya. Camat Majalaya, Hesti Rahayu, secara tegas membenarkan kejadian tersebut usai turun langsung meninjau lokasi kejadian, pada Jumat kemarin,( 12/6/2026).
Dikonfirmasi melalui pesan pesan WhatsApp yang diterima media, Camat Hesti Rahayu mengonfirmasi telah turun ke lokasi guna meninjau langsung dan memastikan penanganannya.
“Saya sudah ke lokasi SDN Pasirjengkol, terkait adanya temuan limbah B3 di bahan urugan bekas empang yang dilaporkan masyarakat lewat saluran Halo Kapolres dan Tangkar. Di sana saya sudah bertemu dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, mulai dari jajaran Polsek Majalaya, Kepala Sekolah, Dinas Lingkungan Hidup, Lurah Pasirjengkol, Kepala Puskesmas Majalaya hingga supir yang mengangkut tanah urugan tersebut. Semuanya sudah ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” tulis Hesti Rahayu.
Menurutnya, hasil pertemuan dan pembahasan di lokasi telah mencapai kesepakatan bahwa seluruh proses penanganan, pemeriksaan hingga pengambilan keputusan selanjutnya akan dilaksanakan secara ketat dan mengikuti seluruh peraturan serta prosedur yang berlaku.
“Hasil pertemuan sepakat segala hal ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Proses masih berjalan dan akan terus kami awasi hingga tuntas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Lucky Mantera Dwi Putra, juga membenarkan timnya telah dikirimkan untuk melakukan pengecekan dan verifikasi langsung ke lokasi. Ia menjelaskan saat petugas tiba, lokasi sudah dibatasi pita garis polisi guna keamanan. Selama pengecekan, benda‑benda medis yang tercampur tanah telah dipisahkan dan dibawa oleh tim Puskesmas Majalaya untuk penanganan khusus.
“Kami terus berkoordinasi erat dengan kepolisian guna menindaklanjuti penyelidikan asal‑usul dan tanggung jawab atas limbah B3 tersebut, agar tidak menimbulkan bahaya lebih luas,” ungkap Lucky.
Seperti diberitakan sebelumnya, siswa menemukan jarum suntik bekas, selang infus dan peralatan medis lain di antara tumpukan tanah urugan yang dibeli pemerintah desa dari pihak ketiga. Lokasi kini tetap dijaga dan dibatasi ketat hingga proses penyelidikan selesai dan lokasi dinyatakan aman sepenuhnya.(*)
