Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

DLH Karawang Ingatkan Keras, Masyarakat Jangan Konsumsi Ikan Mati di IrigasiLeuweung Seureuh–CKM–Johar

Karawang : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan mati yang ditemukan di aliran irigasi KW 3, KW 4 hingga KW 5 menyusul temuan ribuan ikan mengambang di kawasan Leuweung Seureuh–CKM–Johar, Selasa (2/6/2026).
DLHK Karawang Ingatkan Keras, Masyarakat Jangan Konsumsi Ikan Mati di IrigasiLeuweung Seureuh–CKM–Johar

Kepala DLH Karawang, Asep Suryana, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian massal ikan tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada pencemaran limbah yang menyebabkan keracunan di aliran irigasi.(3/6/26).

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan mati yang ditemukan di aliran irigasi KW 3 sampai KW 5 sampai hasil pemeriksaan keluar dan penyebab pastinya diketahui,” ujar Asep.

Ia menegaskan, langkah antisipasi itu dilakukan untuk mencegah potensi risiko kesehatan bagi masyarakat apabila ikan terpapar zat berbahaya.

“Kami masih melakukan penyelidikan di lapangan bersama tim. Dugaan sementara memang mengarah pada keracunan akibat limbah, tetapi masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya, ribuan ikan ditemukan mati mengambang di sepanjang aliran irigasi Leuweung Seureuh–CKM–Johar, Kabupaten Karawang. Kejadian tersebut mengundang perhatian warga yang berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyerok ikan yang hanyut terbawa arus.

Pantauan di Irigasi KW5 Johar menunjukkan warga memenuhi bantaran irigasi dengan membawa jaring, serokan, hingga ember untuk mengambil ikan yang sebagian besar sudah dalam kondisi mati.

Tim gabungan Satgas Citarum Harum Sektor 10 bersama DLH Karawang saat ini terus melakukan penelusuran di lokasi yang diduga menjadi titik awal pencemaran. Pemeriksaan kualitas air dan penelusuran aliran irigasi dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian massal ikan tersebut.

“Kami minta masyarakat menunggu hasil investigasi dan tidak mengambil risiko dengan mengonsumsi ikan yang ditemukan mati,” tukasnya.(*)

Hide Ads Show Ads