Gubernur Jabar Akui Kesalahan Carut-marutnya Proses SPMB 2026
Karawang : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui pemerintah telah melakukan kesalahan setelah muncul gelombang protes dari orangtua murid yang anaknya terancam tidak mendapatkan kursi di SMA dan SMK negeri dalam proses SPMB 2026.(14/6/26).
Pernyataan itu disampaikan menyusul viralnya aksi seorang orangtua yang mengamuk di kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat karena khawatir anaknya gagal masuk sekolah negeri.
Menurut Dedi, kemarahan masyarakat bukanlah kesalahan warga, melainkan bentuk kekecewaan yang harus diterima pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan.
Ia mengakui hingga saat ini pemerintah belum mampu menyediakan sekolah negeri dan guru negeri untuk seluruh siswa di Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat persaingan masuk sekolah negeri semakin ketat dan memicu keresahan di kalangan orangtua.
Pernyataan Dedi ini langsung menjadi sorotan publik. Banyak warganet menilai pengakuan tersebut sebagai langkah berani, namun sebagian lainnya mempertanyakan mengapa persoalan daya tampung sekolah masih terus berulang setiap tahun.
Setuju tidak? Pengakuan kesalahan pemerintah cukup atau harus disertai solusi nyata yang lebih cepat?.. (*)
