Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Ribuan Ikan Mati Disepanjang Aliran Irigasi Leuweung Seureuh Hingga Johar Karawang

Karawang : Ribuan ikan ditemukan mati mengambang di sepanjang aliran irigasi Leuweung Seureuh–CKM–Johar, Kabupaten Karawang, Selasa (2/6/2026).
Ribuan Ikan Mati Disepanjang Aliran Irigasi Leuweung Seureuh–CKM–Johar Karawang

Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyerok ikan yang hanyut terbawa arus.

Pantauan di aliran Irigasi KW5 Johar menunjukkan warga memenuhi bantaran irigasi dengan membawa jaring, serokan, hingga ember. Ikan-ikan yang mengapung sebagian besar sudah dalam kondisi mati saat diangkat dari air.

Salah seorang warga, Gudel (45), mengatakan dirinya datang sejak dini hari setelah mendapat informasi adanya ikan yang mengambang dalam jumlah besar di saluran irigasi.

“Saya dari subuh sudah di sini. Awalnya dikasih tahu ada ikan banyak mengapung. Pas datang ternyata memang banyak sekali, jadi langsung ikut nyerok,” ujar Gudel saat ditemui di lokasi.

Menurut Gudel, kematian ikan secara massal diduga berkaitan dengan pencemaran limbah yang masuk ke aliran irigasi. Ia menilai kondisi air saat kejadian berbeda dari biasanya.

“Bau airnya agak beda. Kalau kondisi air normal biasanya ikan tidak sampai mati sebanyak ini. Kami berharap segera dicek supaya ketahuan penyebab pastinya,” katanya.

Ia mengaku khawatir jika dugaan pencemaran benar terjadi karena dapat berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat yang sehari-hari memanfaatkan aliran irigasi.

“Kalau memang ada pencemaran, jangan sampai dibiarkan. Takutnya berpengaruh ke sawah atau warga yang masih pakai air ini,” tambahnya.

Sementara itu, tim gabungan Satgas Citarum Harum Sektor 10 bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang bergerak melakukan penelusuran dan pemeriksaan lapangan di lokasi yang diduga menjadi titik awal pencemaran.

Petugas melakukan pengecekan kondisi air serta menelusuri aliran irigasi guna memastikan penyebab kematian massal ikan tersebut. Hingga kini, penyebab pasti masih dalam penyelidikan.(*)

Hide Ads Show Ads