Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

IKAN ASIN BUTUH .......

CIBUAYA,PELITA-.

Ikan asin adalah,bahan makanan yang terbuat dari daging ikan dan diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Dengan metode pengawetan ini,daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar,untuk jangka waktu berbulan-bulan, walaupun biasanya harus ditutup rapat.



Beraneka jenis ikan yang biasa diasinkan, baik ikan darat maupun ikan laut. Ikan-ikan ini dikumpulkan dalam suatu wadah dan,lalu.ditaburi atau direndam dalam larutan garam pekat. Ikan-ikan yang besar biasanya dibelah atau dipotong-potong lebih dulu ,agar garam mudah meresap ke dalam daging.

Karena perbedaan kepekatan dan tekanan osmosis, kristal-kristal garam akan menarik cairan sel dalam daging ikan keluar,dari tubuh ikan nya. Sementara itu,partikel garam meresap masuk ke dalam daging ikan. Proses ini,berlangsung hingga tercapai keseimbangan konsentrasi garam di luar dan di dalam daging.


Konsentrasi garam yang tinggi dan menyusutnya cairan sel,akan menghentikan proses autolisis dan menghambat,pertumbuhan bakteri dalam daging ikan.Setelah itu, ikan-ikan ini dijemur, direbus atau difermentasi untuk meningkatkan keawetannya.

Sebagian orang indonesia pasti mengenal dengan makanan yang satu ini,di berbagai daerah sering di sebut ikan asin.karena dengan di awetkan dan digarami sehingga asin rasanya. ada juga di sebagian Jawa barat,orang suka menyebutnya gegesek.Ikan jenis ini akan sangat cocok jika di padukan dengan sayur asem , sambal trasi dan jengkol goreng.

Itulah nama makanan yang cukup gizi karena,ikan pada dasarnya mengandung omega tiga yang sangat baik untuk mempercerdas daya pikir anak dan,bio karotin untuk daya tahan tubuh .sehingga orang yang sering mengkonsumsi ikan,akan menjadi tajam daya ingatnya dan cerdas daya pikirnya .

Oleh karena melimpahnya hasil tangkapan nelayan,dapat membuka usaha baru untuk para ibu-ibu nelayan.untuk mengawetkan hasil tangkapan para nelayan .dengan cara ini,ikan yang melimpah dapat di awetkan .

Dalam Investigasi PELITA KARAWANG ON LINE,ada beberapa orang ibu nelayan sedang mengasinkan ikan-ikan itu dengan cara yang sangat tradisional ,ikan segar di bersihkan dengan car di cuci,lalu,di garami. setelah itu,di jemur di bawah sinar matahari langsung tanpa pengawet dan tanpa formalin.dalam kesempatan Investigasi itu,semapt mewawancari dari slah seorang pengarajin yaitu acih ,bahwa hasil tangkapan yang melimpah,selain di jual basah kepasar,mereka awetkan juha karena ada jenis tertntu ikan tidak laku misal,ikan letah letah , betotot, baji baji, dan ikan temang. Dalam sehari,dia mampu memprosduksi ikan asin sebanyak 200 kilo gram ikan basah . dan setelah kering ibu acih selalu memasarkan hasil produksinya dengan berkeliling kampung .Tidak jarang hasil ikan asin buatannya borong tengkulak dari Jakarta dengan harga yang sangat jauh dari pasaran .menurut Acih lagi,ikan asin pesanan orang jakarta adalah,ikan asin krupuk dari ukan bilis.yang agak lama proses pembuatanya karena ikan itu sangat tipis.jika harus di belah dua akan sangat sulit sekali,jika belum berpengalaman ,dalam satu bulan dapat mengumpulkan sekitar 150 kg ikan asin kerupuk,tandasnya.

Setelah berbincang PELITA,mengecek harga ikan asin Krupuk itu di pasar tradisional dan bertanya ke beberapa harga pe Kg nya ternyata,paling murah kisaran 25 sampai 30 rb per kg .lain di pasar lain di super market,PELITA tambah terbelalak dengan temuan kuwalitas yang sama di swalayan ikan jenis krupuk di bandrol Rp 4500 per ons.jadi dalam satu Kg mencapai Rp 45 ribu .

Andaikan ,ada koperasi yang menaungi dan memberikan pemodalan yang cukup bagi merak,mungkin nasib para pengerajin ikan asin ini,akan lebih baik .ikan asin makanan rakyat, mungkin akan tinggal kenangan di gerus jaman dan tergantikan dengan makanan instant, bila pihak terkait membiarkan dalam reproduksi mereka seperti sekarang./YH

Hide Ads Show Ads