SEKILAS PEMBELAJARAN TERPADU DAN KURIKULUM
KARAWANG,PELITA-.
Sedikit penulis mengukapkan tentang pembelajaran terpadu dengan kaitanyanya dan Seterusnya.
ADA dua istilah yaitu Integrated Curicculum atau Kurikulum Terpadu dan,Integrated Learning atau Pembelajara terpadu.
Kurrikulum terpadu adalah,kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan isi,keterampilan dan sikap. Rasional pemaduan ini antara lain disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :
Kebanyakan masalah dan pengalaman (termasuk pengalaman belajar) bersifat interdisipliner,segingga untuk memahami,mempelajari dan memecahkannya diperlukan multi skill.Adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam memecahkan berbagai masalah.Memudahkan anak membuat hubungan yang tinggi dalam memecahkan berbagai masalah.Demi efisiensi dan Adanya tuntutan, keterlibatan anak yang tinggi dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep,dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa.Fokus perhatian pembelajaran terpadu terletak,pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkannya.
Berdasarkan hal tersebut, maka pengertian pembelajaran terpadu dapat dilihat sebagai :
Pembelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai,pusat perhatian (Center of interest) yang digunakan untuk,memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran yang bersangkutan maupun dari,mata pelajaran lainnya.
Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai mata pelajaran yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling dan,dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak. Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara serempak (simultan).Merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dalam beberapa mata pelajaran yang berbeda, dengan harapan siswa akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.
1.Karakteristik
Terdapat beberapa karakteristik yang perlu anda pahami dari pembelajaran terpadu yang biasa dilakukan oleh guru di sekolah saat ini :Pembelajaran Terpadu berpusat pada siswa (Student centered), hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Peran guru lebih banyak sebagai Fasilitator yang memberikan kenudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktifitas belajar.
Pembelajaran Terpadu dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar,untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.
Dalam Pembelajaran Terpadu pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak bengitu jelas,bahkan dalam pelaksanaan di kelas-kelas awal sekolah dasar,fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa.Pembelajaran Terpadu menyajikan konsep dari,berbagai mata pelajaran dalam suatu Proses pembelajaran.Dengan demikian,siswa dapat memahami konsep-konsep tersebut secara utuh.Hal ini diperlukan untuk,membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari–hari.
Pembelajaran Terpadu bersifat luwes (fleksibel),sebab guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya,bahkan dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada.
2.Landasan Teori
Secara filosofis,kemunculan Pembelajaran Terpadu sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat berikut : (1) progresivisme, (2) konstruktivisme dan (3) humanisme, ketiga aliran tersebut adalah sebagai berikut :
Aliran progresivisme beranggapan bahwa proses pembelajaran pada umumnya,perlu sekali ditekankan pada :(a) pembentukan kreatifitas (b) pemberian sejumlah kegiatan, (c) suasana yang alamiah (natural) dan (d) memperhatikan pengalaman siswa.
Dengan kata lain proses pembelajaran itu bersifat mekanistis, aliran ini juga memandang bahwa dalam proses belajar, siswa sering dihadapkan pada persoalan– persoalan yang harus mendapatkan problem solving.
Aliran Konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci,dalam pembelajaran, sebab itu pengalaman orang lain yang di formulasikan misalnya,dalam buku teks perlu dihubungkan dengan pegalaman siswa secara langsung. Aliran Konstruktivisme ini menekankan bahwa pengetahuan adalah, hasil konstruksi atau bentukan manusia.Manusia mengkonstruksi pengetahuannya,melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya.
Aliran Humanisme melihat siswa dari segi :(a) keunikan/ Kekhasannya, (b) potensinya, dan (c) motivasi yang dimilikinya, siswa selain memiliki kesamaan juga memiliki kekhasan, implikasi dari hal tersebut dalam kegiatan pembelajaran yaitu : (a) layanan pembelajaran selain bersifat juga bersifat individual, (b) pengakuan adanya siswa yang lambat (slow learner) dan siswa yang cepat, (c) penyikapan yang unik terhadap siswa baik yang menyangkut faktor personal/ individual maupun yang menyangkut faktor lingkungan sosial / kemasyarakatan.
Pandangan – pandangan psikologis yang melandasi pembelajaran terpadu dapat diuraikan sebagai berikut :
Pada dasarnya masing-masing siswa membangun realitasnya sendiri, dengan kata lain, pengalaman langsung siswa adalah,kunci dari pembelajaran yang berarti bukan pengalaman orang lain atau guru, yang ditransfer melalui berbagai bentuk media.
Pikiran seseorang dasarnya mempunyai kemampuan untuk,mencari pola dan hubungan antara gagasan-gagasan yang ada. Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa untuk menemukan pola dan hubungan tersebut dari berbagai didiplin ilmu.
Pada dasarnya siswa adalah,seorang individu dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya dan mempunyai kesempatan untuk berkembang, dengan demikian, peran guru bukanlah satu-satunya pihak yang paling menentukan, tetapi lebih banyak bertindak sebagai “tut wuri handayani”,Keseluruhan perkembangan anak adalah terpadu, dan anak melihat dirinya dan sekitarnya secara utuh (holistik).
Landasan praktis diperlukan karena,pada dasarnya guru harus melaksanakan pembelajaran terpadu secara aplikatif di dalam kelas, Pembelajaran Terpadu juga dilandasi landasan praktis sebagai berikut :
Perkembangan ilmu pengetahuan begitu cepat sehingga,terlalu banyak informasi yang harus di muat dalam kurikulum.Hampir semua pelajaran di sekolah diberikan secara terpisah satu sama lain, padahal seharusnya terkait.
Permasalahan yang muncul dalam pembelajaran sekarang ini.....Bersambung./WS.
Sedikit penulis mengukapkan tentang pembelajaran terpadu dengan kaitanyanya dan Seterusnya.
ADA dua istilah yaitu Integrated Curicculum atau Kurikulum Terpadu dan,Integrated Learning atau Pembelajara terpadu.
Kurrikulum terpadu adalah,kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan isi,keterampilan dan sikap. Rasional pemaduan ini antara lain disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :
Kebanyakan masalah dan pengalaman (termasuk pengalaman belajar) bersifat interdisipliner,segingga untuk memahami,mempelajari dan memecahkannya diperlukan multi skill.Adanya tuntutan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam memecahkan berbagai masalah.Memudahkan anak membuat hubungan yang tinggi dalam memecahkan berbagai masalah.Demi efisiensi dan Adanya tuntutan, keterlibatan anak yang tinggi dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep,dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa.Fokus perhatian pembelajaran terpadu terletak,pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkannya.
Berdasarkan hal tersebut, maka pengertian pembelajaran terpadu dapat dilihat sebagai :
Pembelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai,pusat perhatian (Center of interest) yang digunakan untuk,memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran yang bersangkutan maupun dari,mata pelajaran lainnya.
Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai mata pelajaran yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling dan,dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak. Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara serempak (simultan).Merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dalam beberapa mata pelajaran yang berbeda, dengan harapan siswa akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.
1.Karakteristik
Terdapat beberapa karakteristik yang perlu anda pahami dari pembelajaran terpadu yang biasa dilakukan oleh guru di sekolah saat ini :Pembelajaran Terpadu berpusat pada siswa (Student centered), hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Peran guru lebih banyak sebagai Fasilitator yang memberikan kenudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktifitas belajar.
Pembelajaran Terpadu dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar,untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.
Dalam Pembelajaran Terpadu pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak bengitu jelas,bahkan dalam pelaksanaan di kelas-kelas awal sekolah dasar,fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa.Pembelajaran Terpadu menyajikan konsep dari,berbagai mata pelajaran dalam suatu Proses pembelajaran.Dengan demikian,siswa dapat memahami konsep-konsep tersebut secara utuh.Hal ini diperlukan untuk,membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari–hari.
Pembelajaran Terpadu bersifat luwes (fleksibel),sebab guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya,bahkan dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada.
2.Landasan Teori
Secara filosofis,kemunculan Pembelajaran Terpadu sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat berikut : (1) progresivisme, (2) konstruktivisme dan (3) humanisme, ketiga aliran tersebut adalah sebagai berikut :
Aliran progresivisme beranggapan bahwa proses pembelajaran pada umumnya,perlu sekali ditekankan pada :(a) pembentukan kreatifitas (b) pemberian sejumlah kegiatan, (c) suasana yang alamiah (natural) dan (d) memperhatikan pengalaman siswa.
Dengan kata lain proses pembelajaran itu bersifat mekanistis, aliran ini juga memandang bahwa dalam proses belajar, siswa sering dihadapkan pada persoalan– persoalan yang harus mendapatkan problem solving.
Aliran Konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci,dalam pembelajaran, sebab itu pengalaman orang lain yang di formulasikan misalnya,dalam buku teks perlu dihubungkan dengan pegalaman siswa secara langsung. Aliran Konstruktivisme ini menekankan bahwa pengetahuan adalah, hasil konstruksi atau bentukan manusia.Manusia mengkonstruksi pengetahuannya,melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya.
Aliran Humanisme melihat siswa dari segi :(a) keunikan/ Kekhasannya, (b) potensinya, dan (c) motivasi yang dimilikinya, siswa selain memiliki kesamaan juga memiliki kekhasan, implikasi dari hal tersebut dalam kegiatan pembelajaran yaitu : (a) layanan pembelajaran selain bersifat juga bersifat individual, (b) pengakuan adanya siswa yang lambat (slow learner) dan siswa yang cepat, (c) penyikapan yang unik terhadap siswa baik yang menyangkut faktor personal/ individual maupun yang menyangkut faktor lingkungan sosial / kemasyarakatan.
Pandangan – pandangan psikologis yang melandasi pembelajaran terpadu dapat diuraikan sebagai berikut :
Pada dasarnya masing-masing siswa membangun realitasnya sendiri, dengan kata lain, pengalaman langsung siswa adalah,kunci dari pembelajaran yang berarti bukan pengalaman orang lain atau guru, yang ditransfer melalui berbagai bentuk media.
Pikiran seseorang dasarnya mempunyai kemampuan untuk,mencari pola dan hubungan antara gagasan-gagasan yang ada. Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa untuk menemukan pola dan hubungan tersebut dari berbagai didiplin ilmu.
Pada dasarnya siswa adalah,seorang individu dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya dan mempunyai kesempatan untuk berkembang, dengan demikian, peran guru bukanlah satu-satunya pihak yang paling menentukan, tetapi lebih banyak bertindak sebagai “tut wuri handayani”,Keseluruhan perkembangan anak adalah terpadu, dan anak melihat dirinya dan sekitarnya secara utuh (holistik).
Landasan praktis diperlukan karena,pada dasarnya guru harus melaksanakan pembelajaran terpadu secara aplikatif di dalam kelas, Pembelajaran Terpadu juga dilandasi landasan praktis sebagai berikut :
Perkembangan ilmu pengetahuan begitu cepat sehingga,terlalu banyak informasi yang harus di muat dalam kurikulum.Hampir semua pelajaran di sekolah diberikan secara terpisah satu sama lain, padahal seharusnya terkait.
Permasalahan yang muncul dalam pembelajaran sekarang ini.....Bersambung./WS.