Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Siap-siap, BAN-SM Akan Terapkan Sistem Akreditasi Baru

Friday, December 18, 2020 | 00:12 WIB Last Updated 2020-12-17T17:12:30Z

Badan Akreditasi Nasional-Sekolah/Madrasah (BAN-SM) akan melakukan perubahan pada sistem akreditasi di lembaga pendidikan.

Ketua BAN-SM, Toni Toharudin mengatakan, sistem baru tersebut ialah sistem dashboard monitoring otomatis, yang akan memberikan notifikasi apabila ada sekolah atau madrasah yang kualitasnya menurun.

Test

"Kalau kualitas dan kinerja sekolah/madrasah menurun, maka dia akan menjadi target akreditasi. Tapi, kalau sekolahnya status quo dan yang bersangkutan tidak ada keinginan menaikkan status akreditasi, maka sertifikat akreditasi di status yang sama akan terbarukan secara otomatis. Ini istilahnya otomasi akreditasi," terang Toni pada Rabu (16/12).

Dashboard monitoring dari otomasi akreditasi, lanjut Toni, akan membantu BAN-SM mengelola proses akreditasi satuan pendidikan dengan lebih rapi dan praktis, sehingga kalau ada indikasi penurunan, asesor dapat melakukan visitasi manual agar efektif dan efisien.

Toni menjelaskan tiga sasaran akreditasi, yaitu adanya indikasi penurunan kinerja menurut dashboard, sekolah/madrasah ingin meningkatkan status akreditasi, dan laporan masyarakat yang terverifikasi.

Namun, karena dashboard mendapatkan data berjenis sekunder yang berasal dari basis data kementerian yang terintegrasi, dashboard baru akan efektif jika data memiliki integritas.

Data yang dimaksud ialah Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Education Management Information System (Emis) milik Kementerian Agama, serta data Asesmen Kompetensi Minimal, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar yang terpadu dalam Asesmen Nasional.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Doni Koesoema mengapresiasi upaya reformasi BAN-S/M yang menekankan peningkatan kepatuhan dan kinerja, terutama sistem triangulasi data yang diusung BAN-SM.

Menurut dia, adanya triangulasi antara Dapodik dan Emis, data yang diisi sekolah sebagai asesmen mandiri, dan adanya verifikasi tim asesor lewat angket, wawancara, observasi, dan telaah dokumen merupakan langkah yang baik.

"Karena persoalan kita adalah integritas. Mungkin karena data kita masif, jadi data ini tidak presisi atau tidak jujur diisi sekolah," ujar Doni.

Doni menyebut ada kecenderungan mekanisme data yang ada di sekolah digunakan sesuai kepentingan.

"Misalnya, untuk kepentingan bantuan pemerintah, nanti data-data dijelek-jelekkan. Lalu untuk penilaian akreditasi, data dibaik-baikkan. Ini persoalan mentalitas, bukan salah instrumennya," tegas Doni.

Doni meyakini, mentalitas para pengelola data di satuan pendidikan perlu dibenahi. Menurutnya, jika ada individu yang tidak berintegritas, tapi sistemnya baik, maka akan menutup kemungkinan bagi oknum-oknum tertentu untuk berbuat tidak jujur atau memanipulasi.

"Dengan sistem akreditasi yang baik, dengan model triangulasi BAN-SM ini, bisa memperkencil potensi-potensi manipulasi yang mungkin terjadi," harapnya.

"Kepada para asesor, mohon memerhatikan kondisi nyata yang ada di lapangan. Kepada Bapak dan Ibu pengelola satuan pendidikan, agar data diisi dengan jujur dan berintegritas," pesan Doni.**#

×
Berita Terbaru Update