Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pergantian Tahun di Denpasar Digelar Tanpa Kembang Api, " Melepas Matahari "

Denpasar: Perayaan pergantian tahun baru di Kota Denpasar tahun ini digelar secara sederhana. Pemerintah Kota Denpasar hanya mengadakan pentas budaya "Melepas Matahari "yang dipusatkan di kawasan Catur Muka tanpa pesta kembang api.(31/12/25).
Ilustrasi: Pergantian Tahun Denpasar Digelar Tanpa Kembang Api. (Foto: Istimewa).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti mengatakan kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi bencana serta efisiensi anggaran. “Kami tetap merayakan pergantian tahun, tetapi dengan konsep yang lebih bermakna dan berfokus pada nilai budaya,” ujarnya, Senin (29/12/2025).

Riyastiti menegaskan Pemkot Denpasar ingin mengedepankan empati sosial dan keselamatan masyarakat. “Perayaan dibuat sederhana tanpa kemeriahan kembang api, namun tetap memberikan ruang ekspresi budaya,” katanya.

Pentas budaya Melepas Matahari akan digelar pada 31 Desember 2025 mulai pukul 16.00 hingga 23.00 Wita. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Catur Muka dan sisi selatan Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

Kepala Bidang Kesenian Disbud Kota Denpasar I Wayan Arta mengatakan kegiatan tersebut dikemas secara sederhana. “Tahun ini tidak ada musik modern dan tidak ada kembang api, esensinya pembinaan dan pelestarian seni budaya,” ujarnya.

Pembukaan inaugurasi akan digelar di kawasan Catur Muka dan dikoordinir oleh Sakti Manca dari Yayasan Naluri Manca. Acara pembukaan menampilkan puncak pentas Melepas Matahari dengan beragam kesenian etnis yang berkembang di Denpasar.

Pembukaan dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 Wita. Selanjutnya, pementasan seni dari 65 sanggar binaan Pemkot Denpasar akan berlangsung hingga pukul 20.00 Wita.

Setiap sanggar akan menurunkan minimal 25 orang penampil. Kegiatan ini menampilkan berbagai bentuk seni tradisional khas Denpasar.

Mulai pukul 20.00 hingga 23.00 Wita, pementasan berlanjut di panggung sisi selatan Lapangan Puputan Badung. Sajian seni difokuskan pada pementasan perempuan dan anak-anak, termasuk dolanan tradisional.

Beberapa pertunjukan yang ditampilkan antara lain Gong Kebyar calon duta Pesta Kesenian Bali serta dolanan yang belum sempat tampil di ajang PKB. Pentas ini memberi ruang bagi regenerasi seni tradisional.

Kegiatan ini mengusung tema Bhineka Nusantara. Seluruh tokoh agama dihadirkan sebagai simbol heterogenitas dan toleransi di Kota Denpasar.

Beragam kesenian etnis turut ditampilkan, seperti Saman dari Aceh, Jaranan Jawa, kesenian Borneo, Tionghoa, dan Jejangeran Bali. Seluruh pertunjukan dipadukan dalam konsep Vasudhaiva Kutumbakam.(*)

Hide Ads Show Ads