Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Diatas Ketidakpastian Arah Politik Amerika Serikat, BI Berhasil Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat 20 Poin

Jakarta : Nilai tukar rupiah akhirnya menguat terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,12 persen atau 20 poin menjadi Rp16.936 per dolar AS.
Foto ilustrasi: Rupiah

Pasar nampaknya merespon positif keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga atau BI Rate 4,75 persen bulan ini. “Keputusan itu, konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (21/1/2026).

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, keputusan BI mempertahankan BI Rate, sesuai ekspektasi pasar. “Karena pada saat ekonomi global sedang bergejolak, yang harus dilakukan BI adalah mempertahankan suku bunga,” ucap Ibrahim.

Selain itu, lanjutnya, BI juga melakukan intervensi besar-besaran di pasar domestik (DNDF) dan di pasar luar negeri (NDF). Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sengaja membuat defisit anggaran mendekati 3 persen.

“Kebijakan ini diambil sebagai strategi countercyclical guna membalikkan tren perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2025. Kebijakan ini membuahkan hasil dengan berbaliknya arah perekonomian ke zona positif,” kata Ibrahim mengutip pernyataan Menkeu Purbaya.

Sementara itu dari eksternal, ketegangan antara AS dan Uni Eropa mengenai Greenland berujung pada ancaman tarif Presiden Trump. “Ancaman ini akan memperburuk pasar yang sudah tegang akibat risiko perdagangan global,” ujar Ibrahim.

Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela Forum Ekonomi di Davos menegaskan, Eropa tidak akan tunduk pada "para pengganggu”. Forum tersebut juga menyoroti keresahan di Eropa atas retorika dan ancaman perdagangan Washington dalam sengketa Greenland.

Di sisi lain, Dewan Perdamaian yang diusulkan Presiden Trump dinilai mengganggu rencana paket dukungan ekonomi untuk Ukraina. Dukungan ekonomi rencananya diberikan jika perang Ukraina – Rusia berakhir.

Paket bantuan pasca perang senilai USD800 miliar rencananya akan ditandangani Ukraina, AS dan Uni Eropa di Davos. Namun rencana penandatanganan itu ditunda karena sengketa Greenland.(*)

Hide Ads Show Ads