Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

G7 Ancam Iran Sanksi Baru Atas Penindasan

Paris : Kelompok Tujuh (G7) mengancam Iran dengan sanksi baru jika rezim tersebut terus melakukan penindasan kekerasan terhadap pengunjuk rasa. Pernyataan ini disampaikan Rabu 14 Januari 2026 menyusul laporan Human Rights Activist News Agency (HRANA) yang menyebut 2.403 pengunjuk rasa meninggal.
G7 Ancam Iran Sanksi Baru Atas Penindasan

Melansir dari Fox News, laporan lain menyatakan korban jiwa lebih dari 3.000 orang, dengan angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi. Para Menteri Luar Negeri G7 bersama Perwakilan Tinggi Uni Eropa menyatakan keprihatinan serius atas protes yang berlangsung di Iran.

Menlu G7 dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat menentang keras penindasan brutal terhadap rakyat Iran. rakyat Iran sejak akhir Desember 2025 menyuarakan aspirasi untuk kehidupan yang lebih baik, martabat, dan kebebasan.

G7 juga menyoroti laporan korban meninggal dan luka-luka. Mereka mengecam penggunaan kekerasan yang disengaja, penahanan sewenang-wenang, dan intimidasi oleh pasukan keamanan terhadap demonstran.

Protes yang dimulai pada 28 Desember 2025 itu dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi dan runtuhnya nilai rial Iran. Protes tersebut kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh negeri dan berkembang menjadi gerakan anti-pemerintah yang lebih luas.

Para menteri G7 menyerukan agar Iran menunjukkan sikap menahan diri dan menghentikan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil. Mereka menekankan pentingnya menghormati kewajiban internasional dan melindungi hak atas kebebasan berekspresi.

Mereka menekankan hak untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi serta hak berkumpul dan berserikat secara damai tanpa takut akan pembalasan. Meskipun pernyataan bersama tidak merinci sanksi baru secara spesifik, G7 menegaskan bahwa tindakan tambahan tetap menjadi opsi.

Mereka memperingatkan bahwa penindasan yang terus berlangsung di Iran melanggar kewajiban hak asasi manusia internasional. Penindasan tersebut dapat memicu penerapan sanksi lebih lanjut dari G7.(*)

Hide Ads Show Ads