Zelenskyy Harap Kesepakatan AS Beri Jaminan Keamanan
Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berharap kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait rencana mengakhiri invasi Rusia dapat ditandatangani pekan depan. Pernyataan itu disampaikan Zelenskyy pada Jumat (16/1/2026), di tengah upaya diplomatik intensif antara Kyiv dan Washington.
Zelenskyy juga mengkritik lambatnya pengiriman amunisi dari mitra asing, meski Ukraina sangat bergantung pada bantuan militer Barat.Ia mengatakan masih terdapat sejumlah perbedaan pandangan dengan Amerika Serikat, dilansir dari CNA.
Perbedaan tersebut terutama terkait kejelasan jaminan keamanan yang dinilai krusial untuk mencegah Rusia kembali melancarkan agresi di masa depan. Menurut Zelenskyy, tim negosiator Ukraina telah berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pembicaraan.
Ia berharap ada kejelasan mengenai dokumen yang disiapkan bersama serta respons Rusia terhadap berbagai upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Ia juga menyebut penandatanganan kesepakatan berpeluang dilakukan saat Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Di sisi lain, Zelenskyy mengakui kondisi pertahanan udara Ukraina berada pada situasi sulit. Sejumlah sistem pertahanan udara dilaporkan kehabisan rudal di tengah gelombang serangan Rusia yang menghantam infrastruktur energi di berbagai wilayah.
Lebih dari 15.000 pekerja sektor energi dikerahkan untuk memulihkan pembangkit listrik dan gardu induk yang rusak. Mereka bekerja dalam kondisi suhu ekstrem di bawah nol derajat.
Jutaan warga Ukraina terpaksa menghadapi pemadaman listrik dan pemanas, dengan suhu di beberapa daerah mencapai minus 20 derajat Celsius. Zelenskyy kembali mendesak Amerika Serikat dan negara-negara Eropa untuk meningkatkan pengiriman sistem pertahanan udara.(*)
